Pantun Nasehat Hidup Bijak Dan Penuh Makna Terbaru tahun ini – Halo sobatsiana, pada kesempatan ini saya akan berbagi kembali salah satu Pantun dengan Tema Nasehat Hidup. Nah, buat sobat semua yang saat ini sedang mencari bait pantun dengan tema Nasehat hiudup dapat menyimaknya dibawah ini.
Pantun Nasehat Hidup
Semoga kumpulan pantun ini dapat bermanfaat dan menjadikan hidup kalian penuh makna serta semakin bahagia. Sebagai seroang manusia apalagi kita ini mempunyai agama serta tujuan hidup tentu membutuhkan sebuah petuah yang dapat menyemangati hidup kita. Oleh karenanya disini saya akan mencoba untuk berbagi sebuah pantun tentang arti sebuah hidup. Silahkan sobat simak kumpulan bait pantunnya berikut ini !
Pantun Nasehat Hidup Bahagia Dunia Akhirat
Silahkan sobat simak ulasan pantun nasehat hidup dibawah ini, semoga kalian bisa mendapatkan hidayah dan mengerti apa tujuan hidup yang sesungguhnya di dunia ini dan bisa memberikan manfaat kepada orang di sekelilingmu.
Jalan-jalan ke Maluku,
Naik perahu mancing ikan.
Siapa yang punya ilmu,
Tentu derajatnya ditinggikan.
Semua bumbu hendak diramu,
Agar sedap rasa masakan.
Tinggi derajat karena ilmu,
Ilmu membawa pada iman.
Kota besar ada tugu,
Tempat bertemu anak kembar.
Siapa yang ingin ilmu,
Carilah dengan rajin belajar.
Hitam putih warna keledai,
Duduk bersila di atas dipan.
Rajin belajar pangkal pandai,
Itulah kunci dalam kehidupan.
Lada pedas tambah ketumbar,
Madu manis dari si lebah.
Hormati guru yang mengajar,
Supaya ilmu menjadi berkah.
Hari raya makan ketupat,
Rumah kampung di pedalaman.
Di mana ilmu hendak didapat,
Pada guru yang berpengalaman.
Lapangan bola amat lebar,
Tempat pemain banyak bertemu.
Bersabar ketika belajar,
Itulah kunci mendapat ilmu.
Libur panjang sangat lama,
Dari Mekah bahwa kurma.
Dengarkan guru dengan seksama,
Moga ilmu masuk ke sukma.
Mancing di sungai dapat sepat,
Pulang ke rumah habis umpan.
Carilah ilmu sampai dapat,
Jangan sampai putus harapan.
Datang tamu dari etopia,
Negeri jauh di afrika.
Sudah pandai akhlak mulia,
Itulah anak idaman orang tua.
Pergi ke kebun tanam lengkuas,
Tidak lupa menanam kucai.
Ilmu Allah sangat luas,
belajar itu tak pernah usai.
Duduk melamun bukan merenung,
Mata melihat ekor siluman.
Apa guna ilmu segunung,
Kalau tidak diamalkan.
Pedih tangan karena tersayat,
Keluar darah luka diikat.
Jauhi olehmu segala maksiat,
agar ilmu cepat didapat.
Orang datang beriring-iringan,
Melewati jalan berbatu.
Bangun pagi jangan kesiangan,
Datang ke sekolah tepat waktu.
Petir datang kilat menyambar,
Hujan deras sedang ditunggu.
Datang sekolah untuk belajar,
Pulang sekolah dapat ilmu
Baca Juga : 250 Koleksi Pantun Cinta Romantis Seru Banget
Hidup Untuk Ibadah
Pantun untuk ibadah agar nantinya kalian bisa semangat beribadah dan menikmati ibadah dengan sesungguhnya. Karena semakin kita tahu dunia maka dunia ini terus merasuki pikiran kita walaupun kita ini sedang beribadah kepada Allah SWT.
Hutan lindung banyak rusa,
Kakinya lincah pandai berpindah.
Tidaklah diciptakan jin dan manusia,
Kecuali agar mereka beribadah.
Jalan-jalan ke kota Kedah,
Memang indah negri Malaysia.
Kepada Allah saja beribadah,
Jangan sampai kita mendua.
Kepak sayap berirama,
Burung bangau turun ke sawah.
Tauhid adalah yang utama,
Sebagai kunci menuju surga.
Cahaya surya amat terik,
Terkena badan amat panasnya.
Awas jangan berbuat syirik,
Bisa-bisa kekal di neraka.
Taman bunga sungguh indah,
Tempat berenang dingin airnya.
Jika hidup untuk beribadah,
Hati tenang jiwapun bahagia.
Tunaikan Sholat
Sholat adalah salah satu rukun islam, dimana rukun islam yang kedua adalah Sholat. Sholat wajib hukumnya bagi umat islam. maka dari itu saya akan mencoba untuk mengingatkan kalian melalui bait pantun berikut ini.
Jati tumbuh berjajar lima,
Sudah tinggi setinggi kelapa.
Sholat adalah tiang agama,
Menegakannya, menegakan agama.
Kincir angin negeri Belanda,
Tempat keju banyak mentega.
Sholat merupakan pembeda,
Antara kafir dengan mukmin.
Cahaya pagi amat hangatnya,
Badan segar baik bekerja.
Dirikan sholat tuk mengingat-Nya,
Itulah tanda ada iman dalam dada.
Rumah panggung ada tangga,
Roda kempes mesti dipompa.
Siapa ingin masuk surga,
Lima waktu jangan dilupa.
Badan letih terasa lesu,
Cobalah makan kue apam.
Siapa sholat dengan khusu;
Hatinya tenang hidupnya tentram.
Mari Menghafal Al Quran
Al-Quran adalah kalam Allah dimana kita sebagai umat islam wajib meyakininya. Karena Al-Quran ini masuk dalam rukun iman yang enam. Oleh karenanya kita harus mengamalkan isi dari Al-Quran tersebut. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari isi kandungan Al-Quran.
Sudah merah buah pepaya,
Bagi dua untuk tetangga.
Al Quran laksana cahaya,
Menerangi jalan menuju surga.
Bunyi huruf tolong lafalkan,
Kalau baca ayo ucapkan.
Ayat Al Quran mari hafalkan,
Sudah hafal, kita amalkan.
Hujan turun hutanpun basah,
Hutan rimba wangi aromanya.
Bacalah jangan tergesa-gesa,
Agar kuat hafalannya.
Siapa suka melihat bahtera,
Pergi saja ke pelabuhan.
Siapa ingin hidup bahagia,
Jadikan al Quran sebagai pedoman.
Burung terbang kancil berjalan,
Angin datang badai melanda.
Ulang-ulangilah ayat hafalan,
Agar tersimpan di dalam dada
Berakhlak Mulia
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah SWT maka kita diwajibkan untuk berbuat baik dan berkahlakulkarimah. Rasulullah SAW sudah memberikan contohnya kepada kita semua bagaimana berperilaku yang baik. Oleh karenanya kita ikuti apa yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.
Masak ikan alangkah sedap,
Ikan mujair ikan kakap.
Jadilah insan beradab,
Selalu sopan dalam bersikap.
Sungguh jernih sungai asahan,
Tempat anak bermain jala.
Bantu orang yang kesusahan,
Dengan ikhlas mengharap pahala.
Elang terbang jauh melayang,
Hinggap sebentar di atas tiang.
Siapa yang sifatnya penyayang,
Pasti dia akan disayang.
Memang cantik bunga dahlia,
Tumbuh bersemi di taman bunga.
Tetaplah berakhlak yang mulia,
Agar di akhirat hidupmu bahagia.
Dari datangnya landak,
Dari tanah yang terinjak.
Berpikirlah sebelum bertindak,
Itulah tanda insan yang bijak.
Selalu Berjuang
Ikan gabus punya insang,
Pohon pinus tinggi menjulang.
Pemuda itu harus berjuang,
Peras keringat banting tulang.
Dari desa memetik cengkeh,
Banyak ditanam di tepi ladang.
Tekunlah beramal sholeh,
Walau rintangan selalu menghadang.
Gadis desa sering dipingit,
Maka tak kenal si hidung belang.
Gantungkan cita-cita setinggi langit,
Lalu gapai dengan berjuang.
Pohon rindang membuat teduh,
Batu hancur jadi kepingan.
Jangan menangis jangan mengeluh,
Hidup ini penuh perjuangan.
Kaki jatuh menginjak lubang,
Baju sobek carilah benang.
Siapa yang selalu berjuang,
Niscaya dia akan menang.
Menjemput Rezeki Yang Halal
Siapa hendak pergi ke Mekah,
Jangan lupa bekal dibawa.
Siapa yang mendapat berkah,
Tentu hatinya akan bahagia.
Gelas seloki ada airnya,
Gadis manis tolong pinangkan.
Cari rezeki, cari berkahnya,
Walau sedikit menenangkan.
Untuk apa rempah-rempah,
Kalau memasak tidak bisa.
Untuk apa harta melimpah,
Kalau hatinya selalu sengsara.
Nikahi Yang Baik Agamanya
Kain batik lurik-lurik,
Ujung kain banyak renda.
Wanita cantik sungguh menarik,
Jadi godaan setiap pemuda.
Kain batik banyak warnanya,
Untuk pengganti baju yang lama.
Yang cantik belum tentu bahagia,
Kalau dia tak mengerti agama.
Untuk apa burung gelatik,
Kalau pagi tidak berbunyi.
Untuk apa istrinya cantik,
Tapi sering menyakiti.
Banyak belajar jadi cendekia,
Rumah gubuk atap rumbia.
Carilah wanita berakhlak mulia,
Niscaya rumah tangga bahagia.
Ladang luas tiada hama,
Hanya datang seekor lebah.
Alangkah nikmat paham agama,
Suami sayang, istrinya shalehah.
Nasehat Cinta
Disini juga akan saya sajikan pantun nasehat cinta. Cinta adalah sebuah anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada kita semua selaku hambatnya, maka dari itu kita patut untuk mensyukurinya dan menggunakan rasa cinta yang kita miliki dengan sebaik-baiknya.
Pagi pagi memasak ubi,
Baca buku pendekar sakti.
Cintailah orang yang cinta Nabi,
Supaya dia banyak berbakti.
Hari ahad ada dauroh,
Ternyata banyak pesertanya.
Cintailah orang yang cinta Allah,
Akhlaknya mulia, membuatmu bahagia.
Jangan suka bermain kaca,
Nanti tangan bisa terluka.
Jangan buta karena cinta,
Niscaya hidupmu akan binasa.
Sudah tua belum berjodoh,
Uban tumbuh di kepala.
Sayangi dia karena Allah,
Agar cintamu membawa pahala.
Indramayu kota mangga,
Mangga banyak aneka rasa.
Kalau membangun rumah tangga,
Bangunlah dengan orang yang kamu cinta
Berbalas Pantun Itu Mengasyikan Lho!
Apa gunanya daun lontar,
Kalau tergulung lalu dilempar.
Apa gunanya kita belajar,
Kalau tidak menjadi pintar.
Jawaban
Air mengalir ke arungan,
Angin gunung berputar-putar.
Belajar itu adalah kewajiban,
Dapat pahala walau tak pintar.
Bagaimana membuat jamu,
Ambil akar di tanah landai.
Bagaimana mendapat ilmu,
Kalau kita memang tak pandai?
Jawaban
Dari Turki memasak kebab,
Tambah sayur juga tomat.
Cari ilmu harus beradab,
Kepada guru mestilah hormat.
Mentari datang cahaya berpijar,
Jarum patah di dalam peti.
Untuk apa selalu belajar,
Siang malam tiada henti.
Jawaban
Rakit terbuat dari bambu,
Bambu besar panjang sekaki.
Dengan belajar dapat ilmu,
Dengan ilmu banyak rezeki.
Sepohon kayu daunnya rimbun,
Lebat daunnya banyak buahnya.
Walau hidup seribu tahun,
Tak sembahyang apa gunanya.
Kijang lari cepat melesat,
Kalau dikejar tentulah penat.
Hidup di dunia banyak maksiat,
Sampai akhirat mendapat laknat.
Orang berkumis tampang sangar,
Hanya makan sepotong ubi.
Beragamalah dengan benar,
Beribadah ikuti Nabi.
Jalan-jalan ke kota Medan,
Dari jawa amat jauhnya.
Nabi adalah contoh tauladan,
Ikuti segala yang diperitahkannya.
Dari Aceh ke kota Banda,
Kota Lombak masjid beribu.
Ingatlah olehmu wahai ananda.
Jagalah Allah, Allah akan menjagamu.
Angsa putih pandai berenang,
Walau berenang tiada basah.
Ingatlah Allah di waktu senang,
Allah ingat kamu di waktu susah.
Jika jalan tiada rata,
Tidak kuat badanpun roboh.
Jika engkau hendak meminta,
Mintalah hanya kepada Allah.
Jika tumbuh sebatang pohon,
Biarkan rindang, ambil buahnya.
Jika engkau hendak memohon,
Mohon pertolongan hanya pada-Nya.
Hendak tidur pasang kelambu,
Badan sakit minum jamu.
Apa yang tak dicatat untukmu,
Niscaya tidak akan menimpa kamu.
Ayam kampung suka bertelur,
Telur bagus emas warnanya.
Bercita-citalah yang luhur,
Karena itu tanda insan yang mulia.
Mekar sudah bunga dahlia,
Sudah tercium wangi aromanya.
Cita-cita jangan hanya dunia,
Yang tertinggi ke akhirat jua.
Akhir tahun berganti musim,
Angin kecang datang melanda.
Apa cita-cita seorang muslim
Tentu ingin memasuki surga.
Beringin tumbuh daunnya lebat,
Adik lahir di bulan rajab.
Hindari maksiat segera taubat,
Supaya terhindar dari adzab.
Tanah merah dibuat bata,
Bata bagus mahal di harga.
Jangan suka mengejar harta,
Dengan harta, kejarlah surga.
Senyum manis ada gingsulnya,
Gadis desa penuh pesona.
Cintailah Allah dan Rasul-Nya,
Pasti hatimu penuh dengan bahagia.
Roti lembut minyak samin,
Selalu disuka sepanjang zaman.
Cintai insan karena Rabbul alamin,
Supaya terasa lezatnya iman.
Buah duku buah langsat,
Teman makan ikan darat.
Bencilah segala macam maksiat,
Sebagaimana benci siksa akhirat.
Jalan-jalan ke kota Jambi,
Kota Jambi banyak meranti.
Siapa yang mengaku cinta Nabi,
Segala sunnahnya tentu diikuti.
Daun talas daun ubi,
Petik satu bunga melati.
Siapa yang mengaku cinta Nabi,
Tentu perintahnya ditaati.
Akhir Kata
Nah, itulah kumpulan pantun nasehat hidup yang dapat saya sajikan, semoga kumpulan pantun nasehat hidup ini benar-benar mewakili nasehat tentang tujuan hidup kita semua. Janganlupa baca juga kumpulan bait pantun yang tak kalah seru lainnya dibawah ini, terimakasih sudah menyempatkan membaca pantun ini sampai jumpa di koleksi pantun yang lainnya.